Fakta Hatake
Kakashi
Naruto © Masashi Kishimoto
Konohagakure
di pagi hari yang cerah. Burung-burung berkicau dengan riang di dahan-dahan
pohon dan genting-genting rumah, ada juga yang hinggap di atas kabel listrik,
beberapa ekor tampak sedang memunguti potongan rumput untuk membangun sarang.
Ahem..
Inti
masalahnya bukan para burung yang memulai pagi hari rutin mereka dengan riang
dan tentu saja rajin. Ini adalah hari yang dinanti-nantikan oleh cukup banyak
orang. Terutama dua penyandang nama Hatake di sebuah rumah.
Hari
pertama Hatake Kakashi masuk akademi.
Saking
semangatnya, Kakashi sudah bangun sejak subuh tadi. Jauh sebelum matahari
terbit. Ia hampir tidak bisa tidur semalaman. Ia tertidur hampir pada tengah
malam dengan terus-terusan bangun dan mengusik ayahnya yang sedang membuat
laporan misinya. Sakumo sampai bosan menanggapi pertanyaan-pertanyaan Kakashi
yang tidak ada habisnya.
"Kau
akan tahu nanti kalau kau sudah menjalaninya," jawaban terakhir Sakumo
akhirnya bisa membuat Kakashi berhenti bangun menanyainya.
Pagi
itu saat Sakumo bangun hendak membuatkan Kakashi sarapan, Kakashi sudah
menyambutnya di ruangan tengah rumah dengan senyuman lebar dan penampilan
rapinya.
Anak
itu sudah tampak cerah dengan pakaian yang disetrika rapi. Rambutnya yang
mencuat sudah disisir rapi ke samping, walaupun sama sekali tidak membuat
perbedaan signifikan dari potongan rambutnya yang biasanya.
Kantong
senjatanya tampak siap di atas meja dengan kunai-kunai dan shuriken yang sudah
dipoles hingga tampak berkilauan.
"Ohayo,
Tou-san!" sambut Kakashi bersemangat.
"Ohayo.
Kau sudah siap? Tou-san buatkan sarapan dulu,"
Kakashi
segera mengepak barang-barangnya dan menuju meja makan, menunggui ayahnya
membuat sarapan. Setelah itu mereka makan bersama dan tidak lupa Sakumo
membuatkan bekal makan siang untuk Kakashi.
"Kantong
shuriken?"
"Sudah!"
Kakashi dengan bersemangat menepuk benda bulat di kantong belakangnya.
"Alat
tulis?"
"Lengkap!"
jawab Kakashi lagi, sekarang menepuk tas selempangnya.
"Bekal?"
"Diterima!"
jawab Kakashi menerima bungkusan kotak bekal dari ayahnya.
"Persiapan
sudah oke! Aku berangkat, Tou-san!" Kakashi dengan bersemangat menyentuh
dahinya memberikan hormat pada ayahnya. Kakashi bersiap melesat keluar ketika..
"Tunggu,
Kakashi!" Kakashi langsung berhenti dan berbalik menatap ayahnya dengan
bingung. Apalagi yang belum dibawanya?
"Tunggu
sebentar!" lanjut Sakumo kemudian berjalan masuk ke dalam, meninggalkan
Kakashi yang sudah tidak sabar di depan pintu. Beberapa saat kemudian Sakumo
membawa sesuatu dan memberikannya pada Kakashi. Kakashi menerimanya dan hanya
menatapnya tidak mengerti.
"Apa
ini?"
"Mulai
hari ini, kau harus memakai itu kalau keluar dari rumah," jelas Sakumo
mengambil benda berwarna hitam di tangan Kakashi yang hanya dipandangi Kakashi
tidak mengerti.
"Kemari,
nak!" Kakashi mendekat pada Sakumo sambil menatap benda hitam itu di
tangan ayahnya. Sakumo memegang benda hitam itu di atas kepala Kakashi kemudian
meloloskannya melewati kepala Kakashi sampai melewati dagu dan membungkus
setengah wajah Kakashi sampai ke lehernya.
Kakashi
hendak menurunkan masker itu dari mulutnya tetapi ayahnya menghentikannya.
"Mulai
sekarang kau harus memakainya. Kau akan terbiasa," perintah Sakumo.
Kakashi menyentuh maskernya dan menatap ayahnya tidak mengerti.
"Kenapa
harus memakai ini?" tanya Kakashi polos. Sakumo menghela nafas dan
memegang bahu Kakashi, siap memberikan sebuah penjelasan layaknya orang dewasa.
"Kau
tahu, kau itu banyak sekali bicara dan bertanya tentang ini-itu dan
mengomentari ini-itu tanpa henti," Sakumo langsung mengangkat tangannya
menghentikan Kakashi yang kelihatan ingin membela diri.
"Masalahnya,
tiap kali kau bicara, selalu ada hujan lokal! Kalau kau tetap begini, jangankan
dapat pacar, tidak ada anak yang mau berbicara denganmu di akademi nanti,"
Sakumo menjelaskan. Kakashi menatapnya serius, kemudian ia mengangguk.
"Oh.
Baiklah. Dimengerti, Tou-san!" Kakashi mengangguk. Sakumo menepuk pundak
Kakashi dengan lembut.
"Ja!
Pergilah. Kau pasti tidak mau terlambat di hari pertamamu di akademi kan?"
"Osh!
Ittekimasu, Tou-san!"
"Yo!
Itterashai!"
Dan
untuk pertama kali dalam hidupnya, Kakashi berangkat menuju akademi ninja
Konohagakure untuk menuntut ilmu menjadi seorang shinobi sejati. Kata-kata
ayahnya di hari pertama keberangkatannya ke akademi selalu diingatnya menjadi
nasihat yang tidak akan pernah dilupakannya bahwa kelak ia akan menjadi seorang
shinobi yang tidak cerewet dan digilai banyak wanita dan juga dikagumi banyak
orang.
===End===





